Qur'an
Inti dari seluruh kurikulum — membentuk hati yang senantiasa dekat dengan Al-Qur'an.
Target hafalan
Minimal 6 Juz, bertahap
Prinsip
Bukan hanya berapa juz, tapi seberapa baik membaca, menjaga, memahami & mencintai
Sekolah Dasar Tahfiz Al-Qur'an — Pekalongan
Membentuk generasi Qur'ani yang berkarakter Islami, unggul secara akademik, berwawasan global, dan memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya.
“An Inclusive School for Every Child”
Qur'anic Heart
Islamic Character · Academic Excellence · Global Mind
Jenjang
Sekolah Dasar Tahfiz Al-Qur'an
Lokasi
Pekalongan, Jawa Tengah
Mulai Operasional
Tahun Pelajaran 2027/2028
Tahap Awal
Kelas 1 — 2 Rombel
Target Peserta Didik
± 48 Peserta Didik
SDTQ Imam Asy-Syafi'i diarahkan sebagai sekolah yang Qur'anic, Character-Based, Academic Excellence, Globally Minded, dan Inclusive School.
“Membentuk generasi Qur'ani yang berkarakter Islami, unggul secara akademik, berwawasan global, dan memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya.”
“Menjadi sekolah dasar tahfiz yang membentuk generasi Qur'ani, berkarakter Islami, berwawasan global, dan berkembang sesuai potensinya.”
5
Core Curriculum
7
Profil Lulusan
10
Poin Misi
Sepuluh langkah strategis mewujudkan visi
Menyelenggarakan pendidikan Al-Qur'an yang sistematis dan menyenangkan.
Membentuk peserta didik yang memiliki aqidah yang benar.
Menanamkan adab dan akhlak Islami.
Mengembangkan kemampuan akademik peserta didik.
Mengembangkan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Mengembangkan literasi, numerasi, sains, teknologi, dan keterampilan berpikir.
Mengembangkan kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian.
Memberikan layanan pendidikan sesuai kebutuhan dan potensi setiap anak.
Membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, dan inklusif.
Membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Komitmen hasil belajar yang menjadi tujuan utama setiap peserta didik SDTQ Imam Asy-Syafi'i.
Memiliki pemahaman dan keyakinan yang benar berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih serta mampu menerapkannya dalam kehidupan.
Tumbuh dekat dengan Al-Qur'an, memiliki hafalan yang terjaga, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan pedoman hidup.
Terbiasa beribadah dengan benar, memiliki adab yang baik, serta menunjukkan akhlak mulia kepada Allah, orang tua, guru, dan sesama.
Memiliki fondasi akademik yang kuat, mampu berpikir kritis dan kreatif, memiliki rasa ingin tahu, serta semangat untuk terus belajar.
Mampu berkomunikasi dan bekerja sama, memiliki kemampuan dasar bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta wawasan luas tanpa kehilangan identitas Islam.
Mengenal potensi dirinya, mampu bertanggung jawab, memiliki kemandirian, serta percaya diri dalam mengembangkan kemampuan dan menghadapi tantangan.
Memiliki kepedulian terhadap sesama, mampu menghargai keberagaman, dan dapat berinteraksi secara baik dengan berbagai karakter dan kemampuan.
Setiap Anak adalah Cerita Unik
Tujuh karakter ini tumbuh melalui keteladanan, pembiasaan, dan ruang yang aman bagi setiap anak.
Inti dari seluruh kurikulum — membentuk hati yang senantiasa dekat dengan Al-Qur'an.
Target hafalan
Minimal 6 Juz, bertahap
Prinsip
Bukan hanya berapa juz, tapi seberapa baik membaca, menjaga, memahami & mencintai
Karakter dibangun melalui Islamic Daily Habit, bukan hanya diajar di kelas.
Mengikuti kurikulum nasional dengan penguatan pada literasi, numerasi, dan sains.
Bahasa sebagai alat komunikasi, literasi digital, dan berpikir kritis dalam bingkai Islam.
Ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensi dan kebutuhannya.
Lima komponen yang berjalan berurutan dan saling menguatkan
Tahsin
Memperbaiki bacaan & tajwid
Tahfiz
Menambah hafalan baru
Murajaah
Mengulang & menjaga hafalan
Tilawah
Membaca dengan indah
Tadabbur
Memahami makna ayat
Adab Al-Qur'an
Adab bersama Al-Qur'an
Sekolah tidak hanya mengejar: “Berapa juz yang dihafal?” tetapi juga: “Seberapa baik peserta didik membaca, menjaga, memahami, dan mencintai Al-Qur'an?” — Target hafalan minimal 6 Juz, disusun bertahap berdasarkan kemampuan peserta didik.
Dibangun melalui Islamic Daily Habit
“Character is not taught only in the classroom. Character is built through habit.”
Mengikuti kurikulum nasional dengan penguatan pada empat area
Membaca, menulis, memahami informasi, komunikasi.
Konsep bilangan, pemecahan masalah, logika matematika.
Observasi, eksperimen, inquiry, scientific thinking.
Penggunaan teknologi produktif, keamanan & etika digital.
Bahasa komunikasi, bukan hanya mata pelajaran
“Learn the language by using the language.”
Kompetensi 4C plus — dalam bingkai nilai Islam
“For Every Child” menjadi bagian dari identitas sekolah — memfasilitasi peserta didik berkebutuhan khusus pada level tertentu.
Pemetaan Awal
Pembelajaran Berdiferensiasi
Dukungan Belajar
“Memberikan layanan pendidikan sesuai kebutuhan dan potensi setiap anak.”
Estimasi keuangan untuk 48 peserta didik pada Tahun Pelajaran 2027/2028.
Rp681.600.000
Rp527.500.000
Rp154.100.000
Surplus ditujukan untuk cadangan operasional & pengembangan
| Komponen | Biaya | Qty | Jumlah |
|---|---|---|---|
| SPP | Rp550.000 | 48 siswa × 12 bulan | Rp316.800.000 |
| Uang Pengembangan | Rp5.000.000 | 48 siswa | Rp240.000.000 |
| Seragam | Rp850.000 | 48 siswa | Rp40.800.000 |
| Buku | Rp500.000 | 48 siswa | Rp24.000.000 |
| Kegiatan Tahunan | Rp1.250.000 | 48 siswa | Rp60.000.000 |
| Total Pendapatan | Rp681.600.000 | ||